GO FOLLOW

Rabu, 02 Juli 2014

KANDAS LAINNYA

05.57

Ini cerita dan setitik kisah yang tidak penting. Abaikanlah
Aku tidak tau darimana memulai sambungan kisah ini, kalau saja aku tidak begitu, kalau saja, kalau saja,kalau saja dan kalau saja. Kalau saja aku tau darimana memulai kisah ini kalau saja. Dan sekarang aku tau, sambungan kisah ini dimulai ketika kami sudah menginjak remaja dan disaat itu pula keluarga ku dan keluarga saudarinya sudah jarang bertemu lagi dikarenakan jarak dan waktu. Kita bertemu hanya saat ada acara keluarga atau hari raya besar. Dan disaat itu juga KITA jarang untuk berkomunikasi sehingga aku menjalani hidupku dan dia juga menjalani hidupnya. Banyak hal yang aku temui lepas dari masa kanak kanak ku dan ketika aku benar benar remaja. Kisah cinta monyet yang kadang membuat aku tersenyum lalu menangis, kisah persahabatan yang kadang memberitahuku yang mana fake smile dan yang mana yang bukan, itu semua ada mungkin aku bisa disebut remaja kebanyakan atau mungkin aku remaja yang seharusnya dan atau mungkin remaja yg mainstream? entah
Dan di suatu masa dimana pengisi cinta pertamaku muncul lagi sebagai sosok kakak yang sangat ramah. Dunia sangat canggih social media sangat lah penting. Kita terhubung kembali. Dan rasa kagum saat aku masih kecil tumbuh kembai. Aku salah telah menumbuhkan sesuatu yang tidak seharusnya. Aku berusaha menutupi semuanya dengan segenap pride yang aku miliki. "Tapi Tuhan aku jelas menyukainya kini dan aku jelas menyayanginya. Aku bingung Tuhan inikah perasaanku terhadap seorang kakak atau apa karena memang itulah perasaanku yang sebenarnya?" pertanyaan ini terus tumbuh. Sedih dan bodohnya aku yang tidak sadar dia memainkan ku seolah aku adalah layangan. Kadang dia mengulur dan membiarkan aku melambung tinggi. Kadang dia menarikku dari ulurannya. Ini membingungkan.
Aku bertanya kepada mereka yang terlihat tau . Kadang orang bilang "itu pertanda dia menyukaimu" kadang orang bilang "dia tidak menyukaimu, dia hanya menganggapmu adik". Aku masih bingung hanya saja yang aku tau memang benar perasaanku padanya.
Tuhan adil dia memberitahuku bahwa CINTAKU BERTEPUK SEBELAH TANGAN sedih, ditengah pride ku yang besar menahan perasaan dia lewat  dengan santainya mengumbar status barunya yang kini bukan single lagi. Begitulah akhirnya dan beginilah rasanya.
Lambat laun waktu mengantarkanku pada masa dimana aku lebih senang sendiri. Aku dikata sudah moveon  atau mungkin aku lebih senang menyebutnya move out. Layangan yang seharusnya diulur jauh kini sudah jatuh karena koyak tersobek angina. Semuanya kandas.       -love

Written by

We are Creative Blogger Theme Wavers which provides user friendly, effective and easy to use themes. Each support has free and providing HD support screen casting.

0 komentar:

Posting Komentar

 

© 2013 BUDHIARTIWI. All rights resevered. Designed by Templateism

Back To Top